Kesehatan

Makanan yang Perlu Diwaspadai untuk Balita dan Alternatif yang Lebih Aman

×

Makanan yang Perlu Diwaspadai untuk Balita dan Alternatif yang Lebih Aman

Sebarkan artikel ini
balita sedang bermain

Mengenal makanan yang berpotensi berbahaya bagi balita adalah hal penting agar dapat menjaga kesehatan dan keselamatan mereka. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang perlu diwaspadai dan alternatif yang lebih aman:

 

  1. Madu: Hindari memberikan madu kepada balita di bawah usia 1 tahun, karena dapat menyebabkan botulisme akibat bakteri Clostridium botulinum.

 

Alternatif: Tunggu hingga balita berumur minimal 1 tahun sebelum memberikan madu. Sementara itu, air susu ibu atau susu formula menjadi sumber nutrisi yang lebih aman.

 

  1. Susu Sapi: Susu sapi sulit dicerna oleh sistem pencernaan balita dan tidak mengandung semua nutrisi yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Baca Juga:  Keajaiban Jamu Kunyit Asam Sirih: Membongkar Manfaat dan Khasiatnya yang Luar Biasa!

 

Alternatif: Berikan air susu ibu atau susu formula sebagai sumber nutrisi yang dianjurkan untuk balita di bawah usia 1 tahun.

 

  1. Jus Buah: Konsumsi jus buah berlebihan dapat menyebabkan kerusakan gigi, diare, dan masalah pencernaan pada balita. Selain itu, jus buah kurang mengandung nutrisi penting seperti lemak, protein, dan serat.

 

Alternatif: Disarankan untuk menghindari memberikan jus buah kepada balita di bawah usia 1 tahun dan memilih untuk memberikan makanan yang lebih lengkap nutrisinya.

Baca Juga:  Rahasia Panjang Umur Warga Blue Zones: Hindari 4 Makanan Ini untuk Menjaga Kesehatan

 

  1. Makanan Manis: Makanan manis seperti cokelat dan permen keras sebaiknya dihindari hingga ulang tahun pertama balita, untuk membantu mengembangkan lidah mereka dengan berbagai rasa.

 

Alternatif: Pilih makanan manis alami seperti pisang dan hindari menambahkan gula tambahan pada makanan balita.

 

  1. Makanan Mentah atau Tanpa Pasteurisasi: Makanan atau minuman mentah seperti susu mentah dan telur mentah dapat mengandung bakteri berbahaya yang menyebabkan keracunan makanan.