Informasi

Keutamaan Shalat Tarawih dalam Kitab Durratun Nasihin, Dari Malam Pertama hingga Malam ke-30

×

Keutamaan Shalat Tarawih dalam Kitab Durratun Nasihin, Dari Malam Pertama hingga Malam ke-30

Sebarkan artikel ini
sholat tarawih
Ilustrasi.

Bulan Ramadhan selalu punya suasana yang berbeda. Siangnya diisi dengan puasa, malamnya hidup dengan ibadah. Salah satu amalan yang paling dinanti tentu saja shalat Tarawih. Selain menjadi ciri khas Ramadhan, Tarawih juga dikenal memiliki banyak keutamaan. Bahkan dalam kitab Durratun Nasihin dijelaskan secara rinci tentang keutamaan shalat Tarawih dari malam pertama sampai malam ke-30.

Shalat Tarawih adalah shalat sunnah muakkad yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadhan. Sunnah muakkad berarti sangat dianjurkan. Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah, termasuk Tarawih. Menariknya, jika dikerjakan secara berjamaah, pahalanya seperti mengerjakan shalat satu malam penuh.

Dilansir dari jatim.nu bahwa dalam kitab Durratun Nasihin disebutkan berbagai keutamaan shalat Tarawih setiap malamnya. Meski keterangan ini bukan bersumber langsung dari hadis sahih, banyak ulama menjadikannya sebagai motivasi untuk menambah semangat ibadah selama Ramadhan.

Lalu apa saja keutamaan tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.

 

Malam Pertama: Bersih dari Dosa

Disebutkan bahwa pada malam pertama, dosa seorang mukmin yang melaksanakan Tarawih akan keluar seperti saat ia baru dilahirkan oleh ibunya. Gambaran ini menunjukkan betapa besar ampunan Allah di awal Ramadhan. Seakan menjadi titik nol untuk memulai lembaran baru.

 

Malam Kedua: Ampunan untuk Orang Tua

Pada malam kedua, bukan hanya dirinya yang mendapat ampunan, tetapi juga kedua orang tuanya jika keduanya beriman. Ini menjadi pengingat bahwa ibadah seorang anak bisa berdampak luas bagi keluarganya.

 

Malam Ketiga: Seruan Malaikat

Di malam ketiga, malaikat di bawah Arasy menyeru agar hamba mulai memperbanyak amal kebaikan. Allah pun mengampuni dosa-dosa yang telah lalu. Ini seperti dorongan spiritual agar tidak setengah-setengah menjalani Ramadhan.

 

Malam Keempat: Pahala Setara Membaca Kitab-Kitab Suci

Pada malam keempat, orang yang Tarawih mendapatkan pahala seperti membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an. Sebuah perumpamaan tentang nilai ibadah yang besar.

 

Malam Kelima: Pahala Shalat di Tiga Masjid Mulia

Malam kelima disebut memiliki pahala seperti shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha. Tiga tempat yang sangat istimewa dalam Islam.

 

Malam Keenam: Didoakan Seluruh Makhluk

Di malam keenam, pahalanya seperti malaikat yang tawaf di Baitul Makmur. Bahkan disebutkan setiap batu dan tanah memohonkan ampun untuk orang yang Tarawih.

 

Malam Ketujuh: Pertolongan Seperti Zaman Nabi Musa

Keutamaan malam ketujuh diibaratkan seperti bertemu Nabi Musa dan menolongnya dari Fir’aun dan Haman. Maknanya, ada nilai perjuangan dan keberpihakan pada kebenaran.

 

Malam Kedelapan: Anugerah Seperti Nabi Ibrahim

Pada malam kedelapan, Allah memberi anugerah sebagaimana yang diberikan kepada Nabi Ibrahim. Sebuah gambaran tentang kemuliaan dan kedekatan dengan Allah.

 

Malam Kesembilan: Ibadah Seperti Para Nabi

Malam kesembilan disebutkan pahalanya seperti ibadah para nabi. Ini mengingatkan bahwa konsistensi dalam ibadah membawa derajat yang tinggi.