Malam Kelima: Pahala Shalat di Tiga Masjid Mulia
Malam kelima disebut memiliki pahala seperti shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha. Tiga tempat yang sangat istimewa dalam Islam.
Malam Keenam: Didoakan Seluruh Makhluk
Di malam keenam, pahalanya seperti malaikat yang tawaf di Baitul Makmur. Bahkan disebutkan setiap batu dan tanah memohonkan ampun untuk orang yang Tarawih.
Malam Ketujuh: Pertolongan Seperti Zaman Nabi Musa
Keutamaan malam ketujuh diibaratkan seperti bertemu Nabi Musa dan menolongnya dari Fir’aun dan Haman. Maknanya, ada nilai perjuangan dan keberpihakan pada kebenaran.
Malam Kedelapan: Anugerah Seperti Nabi Ibrahim
Pada malam kedelapan, Allah memberi anugerah sebagaimana yang diberikan kepada Nabi Ibrahim. Sebuah gambaran tentang kemuliaan dan kedekatan dengan Allah.
Malam Kesembilan: Ibadah Seperti Para Nabi
Malam kesembilan disebutkan pahalanya seperti ibadah para nabi. Ini mengingatkan bahwa konsistensi dalam ibadah membawa derajat yang tinggi.
Malam Kesepuluh: Kebaikan Dunia dan Akhirat
Pada malam ke-10, Allah menjanjikan kebaikan di dunia dan akhirat. Sebuah keseimbangan yang selalu diharapkan setiap muslim.
Malam Kesebelas: Wafat dalam Keadaan Bersih
Disebutkan bahwa orang yang mengerjakan Tarawih pada malam ke-11 akan meninggal dalam keadaan bersih seperti bayi yang baru lahir.
Malam Kedua Belas: Wajah Bersinar
Pada hari kiamat, wajahnya bersinar seperti bulan purnama. Simbol kemuliaan dan cahaya keimanan.
Malam Ketiga Belas: Selamat dari Keburukan
Malam ke-13 membawa keselamatan dari berbagai keburukan di hari kiamat.
Malam Keempat Belas: Tidak Dihisab
Malaikat menjadi saksi atas ibadah Tarawihnya dan Allah tidak menghisabnya kelak. Sebuah gambaran tentang kemudahan di hari perhitungan.
Malam Kelima Belas: Didoakan Malaikat
Para malaikat, termasuk malaikat penyangga Arasy, memintakan ampun untuknya.
Malam Keenam Belas: Bebas dari Neraka
Pada malam ke-16, Allah mencatat kebebasan dari neraka dan jaminan masuk surga baginya.
Malam Ketujuh Belas: Pahala Para Nabi
Keutamaannya disebut seperti pahala para nabi. Ini kembali menekankan kemuliaan istiqamah.








