Informasi

Keutamaan Shalat Tarawih dalam Kitab Durratun Nasihin, Dari Malam Pertama hingga Malam ke-30

×

Keutamaan Shalat Tarawih dalam Kitab Durratun Nasihin, Dari Malam Pertama hingga Malam ke-30

Sebarkan artikel ini
sholat tarawih
Ilustrasi.

 

Malam Kedelapan Belas: Mendapat Ridha Allah

Malaikat menyampaikan bahwa Allah telah meridhainya dan juga kedua orang tuanya.

 

Malam Kesembilan Belas: Derajat Tinggi di Surga

Allah mengangkat derajatnya di surga.

 

Malam Kedua Puluh: Pahala Syuhada dan Orang Shalih

Pahalanya seperti orang yang mati syahid dan orang-orang shalih.

 

Malam Kedua Puluh Satu: Rumah dari Cahaya

Allah membangun rumah dari cahaya di surga untuknya.

 

Malam Kedua Puluh Dua: Selamat dari Kesusahan Kiamat

Ia selamat dari berbagai kesusahan dan kebingungan pada hari kiamat.

 

Malam Kedua Puluh Tiga: Kota di Surga

Allah membangun sebuah kota di dalam surga untuknya.

Baca Juga:  7 November Memperingati Apa? Berikut Ini Daftarnya

 

Malam Kedua Puluh Empat: Doa Mustajab

Ia memperoleh 24 doa yang dikabulkan.

Malam Kedua Puluh Lima: Terhindar dari Siksa Kubur

Allah menghilangkan siksa kubur darinya.

 

Malam Kedua Puluh Enam: Pahala Berlipat 40 Tahun

Pahalanya ditingkatkan selama 40 tahun.

 

Malam Kedua Puluh Tujuh: Melewati Shirath Secepat Kilat

Ia melewati jembatan Shirathal Mustaqim secepat sambaran kilat.

 

Malam Kedua Puluh Delapan: Seribu Derajat di Surga

Allah mengangkat seribu derajat baginya di surga.

 

Malam Kedua Puluh Sembilan: Pahala Seribu Haji

Ia mendapat pahala seperti seribu haji yang diterima.

Baca Juga:  Niat Sholat Tarawih Lengkap dengan Caranya

 

Malam Ketiga Puluh: Jamuan Surga

Pada malam terakhir, Allah mempersilakan hamba-Nya menikmati buah surga, air salsabil, dan telaga kautsar. Sebuah gambaran penutup yang penuh kemuliaan.

 

Perlu dipahami, keterangan dalam kitab Durratun Nasihin ini bukan hadis sahih. Namun banyak ulama menjadikannya sebagai motivasi agar umat Islam semakin semangat menghidupkan malam Ramadhan.

Intinya sederhana. Tarawih bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah kesempatan memperbaiki diri, memperbanyak ampunan, dan mendekat kepada Allah. Kalau bisa konsisten satu bulan penuh, itu sudah menjadi kemenangan tersendiri.

Ramadhan hanya datang setahun sekali. Sayang rasanya jika malam-malamnya lewat begitu saja tanpa Tarawih.