Gula darah, atau glukosa darah, merupakan sumber energi utama bagi tubuh kita. Ketika kita mengonsumsi makanan, tubuh memecahnya menjadi glukosa, yang kemudian diserap ke dalam aliran darah. Glukosa ini kemudian digunakan oleh sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi. Namun, kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes.
Apa Itu Gula Darah Normal?
Kadar gula darah normal berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada usia, gaya hidup, dan kondisi medis yang mendasarinya. Namun, secara umum, rentang normal kadar gula darah adalah sebagai berikut:
- Sebelum makan (puasa): 70-100 mg/dL (3,9-5,6 mmol/L)
- 2 jam setelah makan: Kurang dari 140 mg/dL (7,8 mmol/L)
- A1c (rata-rata gula darah selama 2-3 bulan terakhir): Kurang dari 7%
Faktor yang Mempengaruhi Kadar Gula Darah
Kadar gula darah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk:
- Makanan: Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, terutama gula sederhana, dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah.
- Aktivitas fisik: Olahraga membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai energi, sehingga dapat menurunkan kadar gula darah.
- Hormon: Hormon seperti insulin, glukagon, dan kortisol berperan penting dalam mengatur kadar gula darah.
- Kondisi medis: Kondisi seperti diabetes, penyakit ginjal, dan penyakit hati dapat memengaruhi kadar gula darah.
- Obat-obatan: Beberapa obat, seperti kortikosteroid, dapat meningkatkan kadar gula darah.
- Stres: Stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol, yang dapat meningkatkan kadar gula darah.
- Tidur: Kurang tidur dapat meningkatkan resistensi insulin, sehingga meningkatkan kadar gula darah.
Gejala Kadar Gula Darah Tinggi
Kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk:
- Sering buang air kecil: Tubuh berusaha membuang kelebihan glukosa melalui urine.
- Rasa haus yang berlebihan: Tubuh kehilangan cairan melalui urine, sehingga menyebabkan dehidrasi.
- Rasa lapar yang berlebihan: Meskipun tubuh sudah menerima glukosa, sel-sel tidak dapat menyerapnya secara efektif, sehingga tubuh merasa lapar.
- Kelelahan: Sel-sel tidak mendapatkan energi yang cukup karena glukosa tidak dapat diserap dengan baik.
- Penglihatan kabur: Kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di mata, yang dapat menyebabkan penglihatan kabur.
- Luka yang sulit sembuh: Kadar gula darah tinggi dapat mengganggu proses penyembuhan luka.
- Kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki: Kadar gula darah tinggi dapat merusak saraf, yang dapat menyebabkan kesemutan atau mati rasa.
Gejala Kadar Gula Darah Rendah







