Uncategorized

Niat Sholat Tarawih Lengkap dengan Caranya

×

Niat Sholat Tarawih Lengkap dengan Caranya

Sebarkan artikel ini
niat sholat tarawih

Sholat Tarawih merupakan salah satu amalan sunnah yang banyak dilakukan umat Islam selama bulan Ramadan. Sholat ini dikerjakan setelah sholat Isya, baik secara berjamaah maupun sendiri. Sebelum melaksanakan ibadah ini, penting untuk mengetahui niat sholat Tarawih, tata cara pelaksanaannya, serta jumlah rakaat yang dianjurkan.

Keutamaan Sholat Tarawih

Mengutip buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Ustadz Arif Rahman, sholat Tarawih adalah ibadah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan.

Meskipun tidak ada hadits yang secara spesifik menentukan jumlah rakaatnya, ada anjuran untuk melaksanakan sholat malam selama bulan Ramadan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits:

“Barang siapa yang mengerjakan qiyam (sholat malam) pada bulan Ramadan dengan hati penuh iman dan mengharap ridha dari Allah SWT maka diampuni dosa yang telah lalu.”

Niat Sholat Tarawih

Bacaan niat sholat Tarawih berbeda tergantung apakah dilakukan sendiri, sebagai imam, atau sebagai makmum. Berikut adalah niat yang dapat dibaca sebelum memulai sholat Tarawih:

1. Niat Sholat Tarawih Berjamaah sebagai Imam

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى. اللهُ أَكْبَرْ
Arab Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi taâlâ.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam, karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Sholat Tarawih Berjamaah sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا الِلَّهِ تَعَالَى. اللهُ أَكْبَرْ
Arab Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati maʻmûman lillâhi taâlâ.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum, karena Allah Ta’ala.”

3. Niat Sholat Tarawih Sendiri

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Arab Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati lillahi taʼâlâ.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, terdapat dua pendapat mengenai jumlah rakaat sholat Tarawih:

  1. Pendapat pertama menyebutkan bahwa sholat Tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat. Pendapat ini merujuk pada kebiasaan sholat Tarawih yang dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan.

  2. Pendapat kedua menyatakan bahwa sholat Tarawih dilakukan 8 rakaat berdasarkan hadits Aisyah RA, yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak menambah atau mengurangi jumlah rakaat tersebut.

Baik 8 maupun 20 rakaat, sholat Tarawih tetap dilakukan dalam rangkaian dua rakaat satu salam.

Tata Cara Sholat Tarawih

Sholat Tarawih memiliki tata cara yang sama seperti sholat sunnah lainnya. Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaannya:

  1. Membaca niat sholat Tarawih sesuai dengan peran (imam, makmum, atau sendiri).
  2. Takbiratul ihram (mengangkat tangan dan mengucapkan “Allahu Akbar”).
  3. Membaca doa iftitah (doa pembuka sholat).
  4. Membaca Surah Al-Fatihah.
  5. Membaca Surah pendek dari Al-Qur’an.
  6. Ruku’, lalu membaca “Subhaana rabbiyal ‘adziim wa bihamdih” tiga kali.
  7. I’tidal, lalu membaca “Sami’allaahu liman hamidah, Rabbanaa lakal hamd.”
  8. Sujud pertama, lalu membaca “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdih” tiga kali.
  9. Duduk di antara dua sujud, lalu membaca “Rabbighfir lii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.”
  10. Sujud kedua dengan bacaan yang sama seperti sujud pertama.
  11. Berdiri untuk rakaat kedua, lalu mengulangi langkah-langkah di atas.
  12. Tahiyat akhir setelah rakaat kedua.
  13. Salam untuk mengakhiri sholat.

Tata cara ini dapat diulangi hingga mencapai jumlah rakaat yang diinginkan, yaitu 8 atau 20 rakaat.