Uncategorized

Teknik Menikung Motor Ala Profesional: Kesalahan yang Sering Dilakukan dan Cara Menikung dengan Aman

×

Teknik Menikung Motor Ala Profesional: Kesalahan yang Sering Dilakukan dan Cara Menikung dengan Aman

Sebarkan artikel ini
jalan pegunungan

Menikung adalah salah satu momen paling menyenangkan saat mengendarai sepeda motor. Banyak pengendara menganggap sensasi melibas tikungan sebagai bagian paling seru ketika menjelajahi jalan pegunungan, jalur berkelok, atau sekadar touring akhir pekan.

Namun di balik keseruannya, tikungan juga menjadi area yang paling sering memunculkan kesalahan berkendara. Bahkan pengendara berpengalaman sekalipun masih bisa melakukan kesalahan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Dilansir dari Motosan, kemampuan menikung yang baik bukan hanya soal terlihat keren atau mampu memiringkan motor hingga lutut menyentuh aspal. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana pengendara bisa menjaga kelancaran laju motor, mengontrol arah, dan tetap aman dalam berbagai situasi di jalan.

Banyak pengendara terlalu fokus pada gaya ala pembalap profesional. Padahal saat berkendara di jalan umum, faktor keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama. Teknik yang benar justru membuat perjalanan lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko kecelakaan.

 

Motor Akan Mengikuti Arah Pandangan Anda

Salah satu aturan paling penting dalam dunia berkendara roda dua adalah motor cenderung bergerak mengikuti arah pandangan pengendaranya.

Prinsip ini terdengar sederhana, tetapi sangat berpengaruh saat memasuki tikungan. Ketika melihat ke arah yang salah, motor biasanya akan mengikuti fokus mata tersebut.

Misalnya saat menikung dan tiba-tiba merasa takut melihat pembatas jalan atau jurang di sisi tikungan. Banyak pengendara tanpa sadar terus menatap objek yang dianggap berbahaya tersebut. Akibatnya, motor justru bergerak menuju arah yang tidak diinginkan.

Karena itu, biasakan melihat jauh ke depan. Sebelum masuk tikungan, arahkan pandangan menuju titik dalam tikungan atau apex. Setelah mendekati titik tersebut, segera alihkan pandangan ke arah keluar tikungan.

Dengan cara ini tubuh dan motor akan mengikuti alur yang lebih alami sehingga manuver terasa lebih halus dan aman.

Kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu fokus melihat roda depan atau aspal tepat di depan motor. Kebiasaan ini membuat ruang antisipasi menjadi sangat sempit sehingga pengendara lebih lambat bereaksi ketika ada gangguan di jalan.

 

Mengenal Teknik Counter Steering

Banyak pengendara sebenarnya sudah menggunakan teknik ini tanpa sadar. Teknik tersebut dikenal sebagai counter steering atau kontra kemudi.

Dilansir dari Motosan, teknik ini menjadi cara paling efektif untuk memiringkan motor ketika melaju di atas kecepatan sekitar 30 hingga 40 kilometer per jam.

Prinsipnya cukup sederhana.

Jika ingin berbelok ke kanan, dorong sedikit stang kanan ke depan. Sebaliknya, jika ingin berbelok ke kiri, dorong stang kiri ke depan.

Meski terdengar aneh bagi sebagian orang, efek giroskopik pada roda akan membuat motor miring ke arah yang diinginkan. Teknik ini memungkinkan pengendara mengubah arah secara lebih cepat dan presisi.

Penguasaan counter steering sangat berguna ketika menghadapi tikungan mendadak atau perlu melakukan koreksi jalur secara cepat.