Semakin sering berlatih, semakin natural teknik ini dilakukan tanpa harus berpikir panjang.
Jangan Kaku Saat Mengendarai Motor
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tubuh terlalu tegang saat memasuki tikungan.
Banyak pengendara menggenggam setang terlalu kuat karena merasa gugup. Akibatnya lengan menjadi kaku dan motor terasa sulit dikendalikan.
Padahal setang bukanlah alat utama untuk menopang tubuh. Fungsi tersebut seharusnya dibantu oleh otot perut, paha, dan lutut yang menjepit tangki bahan bakar.
Ketika tubuh lebih rileks, motor akan bergerak lebih stabil. Sebaliknya, jika tubuh terlalu tegang, setiap gerakan kecil akan diteruskan ke setang sehingga motor menjadi kurang tenang saat menikung.
Pengendara yang rileks biasanya juga lebih mudah mengarahkan pandangan ke titik yang tepat dan lebih efektif menerapkan teknik counter steering.
Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Saat Menikung
Selain masalah posisi tubuh dan pandangan, ada beberapa kesalahan lain yang sering ditemukan saat pengendara melibas tikungan.
1. Terlambat Mengerem
Banyak orang terlalu percaya diri saat mendekati tikungan sehingga mengerem di saat terakhir.
Akibatnya motor masuk tikungan dengan kecepatan terlalu tinggi. Situasi ini memaksa pengendara melakukan koreksi mendadak yang justru mengurangi stabilitas.
Idealnya proses pengereman sudah selesai sebelum motor mulai dimiringkan. Dengan begitu pengendara dapat fokus menjaga jalur dan membuka gas secara bertahap setelah melewati titik tikungan.
2. Menekan Rem Depan Saat Motor Miring
Ini termasuk kesalahan yang cukup berbahaya.
Ketika motor sedang dalam posisi miring lalu rem depan ditekan secara mendadak, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi.
Pertama, motor akan berdiri kembali dan melebar keluar jalur tikungan.
Kedua, roda depan kehilangan traksi sehingga motor tergelincir.
Jika memang perlu mengurangi kecepatan saat motor sudah miring, penggunaan rem belakang secara halus biasanya jauh lebih aman dibanding menarik rem depan secara mendadak.
3. Terlalu Berlebihan Meniru Gaya Pembalap
Media sosial membuat banyak pengendara ingin terlihat seperti pembalap MotoGP. Mereka mencoba menggeser tubuh terlalu jauh keluar motor saat melintasi jalan umum.
Padahal kondisi jalan raya sangat berbeda dengan sirkuit.
Ada kendaraan dari arah berlawanan, permukaan jalan yang tidak sempurna, pasir, kerikil, hingga faktor cuaca yang tidak bisa diprediksi.
Dilansir dari Motosan, pengendara tidak perlu berlebihan dalam memindahkan posisi tubuh. Sedikit menggeser bahu dan pinggul ke arah dalam tikungan sudah cukup membantu menjaga keseimbangan motor.
Yang lebih penting adalah menjaga posisi tetap nyaman dan mudah mengendalikan kendaraan.
Menikung Cepat Belum Tentu Menyenangkan
Banyak orang berpikir bahwa semakin cepat memasuki tikungan maka semakin hebat kemampuan berkendaranya.
Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.
Kenikmatan berkendara justru datang dari kelancaran, ritme, dan rasa percaya diri saat mengendalikan motor. Pengendara yang mampu membaca jalan dengan baik biasanya lebih aman dan lebih menikmati perjalanan dibanding mereka yang hanya mengejar kecepatan.










