Otomotif

Pentingnya Menggunakan Coolant pada Air Radiator Mobil dan Mekanisme Kerjanya

×

Pentingnya Menggunakan Coolant pada Air Radiator Mobil dan Mekanisme Kerjanya

Sebarkan artikel ini
fungsi air radiator pada mobil

Salah satu komponen penting dalam mobil adalah radiator. Radiator berfungsi sebagai sistem pendingin pada mesin mobil. Saat mesin mobil dinyalakan, suhu mesin dapat naik secara perlahan. Untuk mencegah terjadinya overheat, radiator memiliki peran besar dalam menjaga suhu mesin tetap optimal.

Untuk memastikan radiator berfungsi dengan baik, diperlukan komponen tambahan yaitu coolant atau cairan khusus untuk air radiator. Lantas, apa fungsi sebenarnya dari air radiator mobil ini? Artikel ini akan membahasnya secara detail.

Fungsi Air Radiator

Air radiator memiliki fungsi utama untuk menghilangkan panas yang dihasilkan oleh silinder mesin. Sebagai komponen penting, radiator berperan dalam meredam udara panas yang tercipta saat proses pembakaran dalam mesin. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan coolant berkualitas tinggi agar air radiator tahan terhadap suhu panas yang tinggi.

Cara Kerja Radiator Mobil

Proses kerja radiator mobil dimulai dari aliran air (coolant) dengan suhu netral yang mengelilingi mesin untuk menyerap panas. Saat mengalir, air tersebut akan menyerap panas dan membawanya kembali ke radiator. Setelah masuk ke upper tank pada radiator, proses pendinginan akan terjadi. Selanjutnya, coolant akan menuju radiator core yang bertugas untuk memindahkan panas ke udara sekitarnya.

Untuk mempercepat proses pembuangan panas, radiator core didukung oleh kipas radiator yang membantu dalam menyerap udara. Hal ini memungkinkan adanya aliran udara di antara sirip-sirip udara pada radiator core. Setelah panas dipindahkan sepenuhnya ke udara dan air menjadi dingin kembali, coolant akan mengalir kembali ke mesin untuk menyerap panas.

Jenis-Jenis Air Radiator

Perlu diketahui bahwa terdapat tiga jenis air radiator yang umum digunakan oleh pabrikan mobil. Setiap jenis air radiator ini memiliki fungsi dan masa pakai yang berbeda. Berikut adalah penjelasannya:

1. Inorganic Additive Technology (IAT)

Jenis IAT biasanya digunakan pada mobil keluaran lama. Waktu penggunaannya berkisar antara 2 tahun atau maksimal 38.000 kilometer.

2. Organic Acid Technology (OAT)

Jenis OAT memiliki masa pemakaian yang lebih lama, yaitu sekitar 5 tahun sekali atau maksimal 80.000 kilometer.

3. Hybrid Organic Acid Technology (HOAT)

HOAT merupakan jenis terbaru yang merupakan perkembangan dari coolant OAT. Masa pemakaian dan waktu penggantian tidak jauh berbeda dengan OAT.

Air Biasa vs. Coolant

Masih ada beberapa pengendara yang menggunakan air biasa untuk mengisi radiator, namun sebaiknya dihindari. Menggunakan air biasa sebagai pengganti coolant pada radiator mobil tidak disarankan. Terdapat zat kimia khusus dalam coolant radiator yang membantu meningkatkan kinerja radiator secara optimal. Glycol adalah salah satu zat yang berfungsi untuk meningkatkan titik didih coolant radiator, serta membantu menyerap panas dari mesin.

Mengisi radiator dengan coolant atau cairan khususnya adalah pilihan terbaik untuk menjaga kinerja radiator dan mencegah masalah penggunaan air biasa.

Dengan mengetahui fungsi air radiator dan cara kerjanya, diharapkan artikel ini dapat meningkatkan pengetahuan Anda tentang pentingnya menggunakan coolant pada sistem pendingin mobil. Tetaplah menjaga performa radiator agar mesin mobil tetap dingin dan optimal selama perjalanan.