3. Membantu Menurunkan Stres
Manfaat puasa untuk kesehatan juga terasa pada pengelolaan stres. Saat dijalani dengan cara yang sehat, puasa membantu tubuh beradaptasi terhadap perubahan ritme.
Beberapa studi menemukan bahwa selama periode puasa religius, banyak orang melaporkan perasaan lebih tenang dan lebih mampu mengendalikan tekanan.
Secara biologis, puasa dapat memengaruhi regulasi hormon stres. Secara psikologis, kita belajar menghadapi ketidaknyamanan tanpa merasa kewalahan.
Hal-hal kecil yang bisa mendukung:
- Jalan santai menjelang berbuka.
- Mengurangi konsumsi berita yang memicu kecemasan.
- Membatasi waktu media sosial.
Puasa memberi kesempatan bagi pikiran untuk istirahat dari kebisingan.
4. Memberi Kesempatan Otak untuk “Reset”
Menariknya, puasa juga berkaitan dengan neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak membentuk jalur baru. Beberapa penelitian tentang intermittent fasting menunjukkan peningkatan faktor tertentu yang mendukung pertumbuhan sel saraf.
Apa artinya dalam kehidupan sehari-hari?
Ini menjadi peluang untuk mengubah kebiasaan lama menjadi pola baru yang lebih sehat. Misalnya, berhenti dari pola makan emosional, mengurangi kebiasaan impulsif, atau mulai rutinitas belajar hal baru.
Contoh aktivitas pendukung:
- Membaca buku reflektif.
- Mengikuti kelas pengembangan diri.
- Menulis jurnal untuk mengenali pola pikir sendiri.
Saat pola lama berhenti sejenak, otak punya ruang untuk berkembang.
5. Melatih Kontrol Impuls
Puasa adalah latihan nyata menunda gratifikasi. Kita ingin makan, tetapi harus menunggu waktu berbuka. Kita ingin marah, tetapi belajar menahan diri.
Kemampuan menunda dorongan ini berkaitan erat dengan kesehatan mental jangka panjang. Orang yang mampu mengontrol impuls biasanya lebih matang dalam mengambil keputusan.
Beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan:
- Makan perlahan dan sadar saat berbuka.
- Memberi waktu beberapa detik sebelum mengambil keputusan penting.
- Tidak langsung membeli sesuatu hanya karena tergoda promo.
Yang dilatih dalam puasa bukan hanya perut, tetapi kemampuan berkata, “cukup”.












