Persaingan industri otomotif global tampaknya bakal semakin panas dalam beberapa tahun ke depan. Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, secara terbuka mengumumkan ambisinya untuk menjadi perusahaan mobil terbesar di dunia dalam lima tahun mendatang.
Target tersebut tentu bukan perkara mudah. Pasalnya, posisi puncak saat ini masih ditempati Toyota yang selama bertahun-tahun menjadi raja penjualan mobil global. Namun, BYD yakin memiliki bekal yang cukup kuat untuk mengejar bahkan melampaui para rivalnya.
Dilansir dari theguardian, pernyataan ambisius yang disampaikan langsung oleh pendiri sekaligus Chairman BYD, Wang Chuanfu, dalam rapat tahunan pemegang saham perusahaan yang digelar di Shenzhen, Tiongkok.
Menurut Wang, perkembangan teknologi baterai, inovasi pengisian daya super cepat, serta ekspansi produksi ke berbagai negara menjadi kunci utama untuk mewujudkan target besar tersebut.
“BYD akan benar-benar menjadi produsen mobil nomor satu di dunia dalam lima tahun ke depan dari sisi skala bisnis,” ujar Wang dengan penuh optimisme.
Andalkan Teknologi Fast Charging Lima Menit
Salah satu senjata utama yang sedang dipersiapkan BYD adalah teknologi pengisian daya super cepat atau flash charging. Perusahaan bahkan mengalokasikan dana hampir 1,8 miliar poundsterling untuk membangun jaringan pengisian daya cepat di Eropa.
Teknologi ini diklaim mampu mengisi daya kendaraan listrik hanya dalam waktu sekitar lima menit. Jika berhasil diterapkan secara luas, langkah tersebut bisa menjadi terobosan besar yang mengubah cara masyarakat menggunakan kendaraan listrik sehari-hari.
Selama ini, salah satu kendala terbesar mobil listrik adalah waktu pengisian baterai yang dianggap masih terlalu lama dibandingkan mengisi bahan bakar kendaraan konvensional. Kehadiran teknologi pengisian lima menit berpotensi menghilangkan hambatan tersebut.
Sudah Lampaui Tesla
Perjalanan BYD menuju puncak sebenarnya sudah dimulai beberapa tahun terakhir. Perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini berhasil menyalip Tesla sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia berdasarkan volume penjualan.
Data terbaru menunjukkan penjualan kendaraan BYD di luar negeri terus melonjak tajam. Pada Mei lalu, perusahaan berhasil menjual lebih dari 160 ribu unit kendaraan di pasar internasional, naik sekitar 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tahun ini, BYD menargetkan penjualan luar negeri mencapai 1,5 juta unit kendaraan. Angka tersebut meningkat lebih dari 40 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran 1,05 juta unit.
Meski demikian, jarak dengan Toyota masih cukup jauh. Sepanjang 2025, Toyota berhasil menjual sekitar 11,3 juta kendaraan secara global. Sementara BYD mencatat penjualan sekitar 4,8 juta unit.
Namun melihat pertumbuhan yang sangat agresif, banyak pengamat menilai BYD memiliki peluang besar untuk memangkas selisih tersebut dalam beberapa tahun ke depan.
Fokus Perluas Pabrik di Eropa
Selain memperkuat teknologi, BYD juga terus memperluas kapasitas produksinya di luar Tiongkok. Salah satu proyek strategis yang tengah dikebut adalah pembangunan fasilitas produksi di Hungaria.
Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, mengungkapkan bahwa pabrik baru tersebut ditargetkan mulai merakit kendaraan pada kuartal keempat tahun ini.
Menurutnya, Eropa menjadi pasar yang sangat penting bagi pertumbuhan perusahaan. Produksi lokal dinilai dapat membantu BYD mengurangi dampak tarif tambahan yang diterapkan Uni Eropa terhadap kendaraan listrik buatan Tiongkok.
“Hungaria saat ini menjadi prioritas utama kami. Setelah itu, kami akan fokus mencari fasilitas produksi kedua di Eropa,” kata Stella Li.
Langkah tersebut menunjukkan keseriusan BYD dalam membangun fondasi bisnis jangka panjang di pasar internasional.









