Masih banyak pemilik kendaraan yang bingung menentukan bahan bakar yang tepat untuk mobilnya. Padahal, penggunaan BBM harus disesuaikan dengan spesifikasi mesin agar performa tetap optimal dan komponen mesin lebih awet.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, mobil apa saja yang masih boleh menggunakan Pertalite?
Pertalite merupakan bahan bakar dengan Research Octane Number (RON) 90. Berdasarkan informasi dari Pertamina, BBM ini cocok digunakan untuk kendaraan yang memiliki rasio kompresi mesin antara 9:1 hingga 10:1.
Karena itu, tidak semua mobil dianjurkan menggunakan Pertalite. Ada beberapa model yang memang masih sesuai spesifikasi pabrikan untuk mengonsumsi BBM RON 90.
Toyota Avanza Masih Cocok Pakai Pertalite
Salah satu mobil yang masih direkomendasikan menggunakan Pertalite adalah Toyota Avanza. Baik varian mesin 1.300 cc maupun 1.500 cc, mobil keluarga ini dapat menggunakan bahan bakar dengan angka oktan 90 atau lebih tinggi.
Dalam buku panduan kendaraan, Toyota menyarankan penggunaan bensin tanpa timbal dengan RON minimal 90 agar performa mesin tetap terjaga.
Tak heran jika Avanza masih menjadi salah satu kendaraan yang banyak mengandalkan Pertalite sebagai bahan bakar harian.
Mitsubishi Xpander Juga Bisa Menggunakan RON 90
Selain Avanza, Mitsubishi Xpander juga termasuk dalam daftar mobil yang boleh menggunakan Pertalite.
Pabrikan Mitsubishi merekomendasikan penggunaan bensin tanpa timbal dengan angka oktan minimal 90. Ketentuan serupa juga berlaku untuk varian Mitsubishi Xpander Cross.
Dengan spesifikasi tersebut, pengguna Xpander tidak perlu khawatir saat mengisi Pertalite, selama kualitas bahan bakar tetap terjaga.
Mobil LCGC Justru Dianjurkan Pakai Pertamax
Banyak orang beranggapan mobil murah ramah lingkungan atau LCGC bisa menggunakan BBM dengan oktan rendah. Namun faktanya tidak demikian.
Beberapa model LCGC seperti Toyota Agya dan Toyota Calya justru direkomendasikan menggunakan bahan bakar dengan angka oktan minimal 92 atau setara Pertamax.
Hal ini karena sebagian besar mesin LCGC memiliki rasio kompresi yang lebih tinggi, yakni berada di kisaran 10:1 hingga 11:1.
Penggunaan BBM beroktan lebih tinggi bertujuan menjaga efisiensi pembakaran sekaligus mencegah gejala knocking atau ngelitik pada mesin.
Ketentuan tersebut bahkan telah diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021 yang mengharuskan kendaraan LCGC menggunakan bahan bakar dengan angka oktan minimal 92.
Jangan Asal Pilih BBM
Memilih bahan bakar bukan hanya soal harga yang lebih murah. Yang terpenting adalah menyesuaikan dengan rekomendasi pabrikan agar performa mesin tetap maksimal dan umur kendaraan lebih panjang.
Jadi sebelum mengisi BBM, pastikan terlebih dahulu spesifikasi mobil yang digunakan. Jika rasio kompresinya sesuai dan pabrikan mengizinkan, Pertalite masih menjadi pilihan yang aman untuk digunakan.












