Banyak orang tua menganggap tinggi badan anak sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetik. Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gen memang berperan, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah seorang anak bisa mencapai tinggi badan optimal saat dewasa.
Dalam sebuah video dr. Erta yang beredar di media sosial, dijelaskan bahwa negara-negara dengan rata-rata tinggi badan yang baik umumnya memiliki kualitas gizi dan pola hidup yang lebih sehat sejak usia dini. Artinya, pertumbuhan anak dapat dimaksimalkan melalui berbagai kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten.
Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan orang tua untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan tinggi badan anak.
1. Penuhi Kebutuhan Protein Setiap Hari
Protein merupakan salah satu nutrisi paling penting dalam proses pertumbuhan. Zat gizi ini berfungsi sebagai bahan pembangun jaringan tubuh, termasuk tulang dan otot.
Anak-anak dianjurkan mengonsumsi sumber protein berkualitas seperti telur, ikan, ayam, daging, susu, tempe, tahu, dan kacang-kacangan. Kekurangan protein dalam jangka panjang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan fisik.
2. Pastikan Asupan Kalsium Cukup
Kalsium memiliki peran besar dalam pembentukan tulang yang kuat dan sehat. Nutrisi ini banyak ditemukan dalam susu, yoghurt, keju, ikan teri, hingga sayuran hijau.
Tulang yang mendapatkan pasokan kalsium cukup cenderung berkembang lebih optimal dibandingkan tulang yang kekurangan mineral penting tersebut.
3. Jangan Lupakan Vitamin D
Kalsium tidak akan bekerja maksimal tanpa bantuan vitamin D. Nutrisi ini membantu tubuh menyerap kalsium sehingga dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan tulang.
Salah satu sumber vitamin D terbaik adalah sinar matahari pagi. Selain itu, vitamin D juga bisa diperoleh dari ikan berlemak, kuning telur, dan beberapa produk susu yang telah difortifikasi.
4. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik menjadi faktor penting yang sering diabaikan. Olahraga membantu memperkuat tulang, meningkatkan massa otot, dan merangsang produksi hormon pertumbuhan.
Beberapa aktivitas yang baik untuk anak antara lain berenang, bersepeda, bermain bola, basket, hingga lompat tali. Yang terpenting, anak tetap aktif bergerak setiap hari.
5. Perbaiki Postur Tubuh
Dalam video tersebut juga disinggung pentingnya menjaga postur tubuh. Kebiasaan duduk membungkuk atau terlalu sering menunduk saat bermain gawai dapat memengaruhi penampilan tinggi badan.
Meski postur tidak secara langsung menambah panjang tulang, posisi tubuh yang baik membuat anak tampak lebih tegap dan membantu perkembangan sistem muskuloskeletal secara sehat.
6. Tidur yang Cukup dan Berkualitas
Hormon pertumbuhan atau growth hormone diproduksi paling banyak saat anak tidur nyenyak. Karena itu, waktu tidur yang cukup menjadi salah satu kunci utama pertumbuhan.
Anak usia sekolah umumnya membutuhkan sekitar 9 hingga 11 jam tidur per hari. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat mengganggu proses regenerasi dan pertumbuhan tubuh.
7. Batasi Konsumsi Gula Berlebihan
Terlalu banyak mengonsumsi minuman manis, camilan tinggi gula, dan makanan ultra-proses dapat berdampak buruk terhadap kesehatan anak.
Selain meningkatkan risiko obesitas, pola makan tinggi gula juga berpotensi mengurangi kualitas asupan nutrisi karena anak menjadi cepat kenyang tanpa memperoleh zat gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang.






