Informasi

3 November Memperingati Hari Apa? Ternyata Ada Hari Kerohanian dan Momen Bersejarah Dunia!

×

3 November Memperingati Hari Apa? Ternyata Ada Hari Kerohanian dan Momen Bersejarah Dunia!

Sebarkan artikel ini
3 november memperingati hari apa

Setiap tanggal di kalender sering kali menyimpan makna dan cerita menarik. Ada tanggal yang identik dengan hari besar nasional, ada pula yang memperingati momen bersejarah dunia. Nah, salah satu tanggal yang ternyata cukup istimewa adalah 3 November.

Banyak orang penasaran, 3 November memperingati hari apa sebenarnya?

Ternyata, tanggal ini bukan hanya menjadi momen penting di Indonesia, tapi juga di beberapa negara lain di dunia. Di Tanah Air, kita memperingatinya sebagai Hari Kerohanian, sedangkan di negara lain seperti Ekuador dan Dominika, tanggal ini bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan mereka.

Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini, biar kamu nggak cuma tahu tanggalnya, tapi juga memahami makna di balik peringatannya!

Baca Juga:  17 November Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Lengkap Peringatannya

 

1. Hari Kerohanian

Di Indonesia, tanggal 3 November diperingati sebagai Hari Kerohanian. Mungkin belum sepopuler Hari Kemerdekaan atau Hari Pancasila, tapi peringatan ini punya makna yang sangat dalam, terutama di tengah masyarakat Indonesia yang terkenal majemuk.

Melansir laman resmi Kementerian Agama RI Kanwil NTT, Hari Kerohanian ditetapkan untuk menghargai dan menghormati keragaman agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Kita tahu sendiri, Indonesia punya beragam keyakinan — mulai dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu — yang semuanya diakui secara resmi oleh negara.

Baca Juga:  4 Agustus Memperingati Hari Apa? Ini 4 Peringatan Penting di Tanggal Ini

Peringatan ini berakar dari Pasal 29 UUD 1945, yang menyatakan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadah menurut agamanya masing-masing.

Maknanya sederhana tapi sangat penting: setiap orang berhak beribadah sesuai keyakinannya, dan kita semua wajib saling menghargai perbedaan tersebut.

Hari Kerohanian jadi pengingat bagi masyarakat agar terus menjunjung tinggi toleransi. Kita diajak untuk menghormati perbedaan, entah itu dalam hal cara beribadah, perayaan hari besar agama, hingga ajaran yang diyakini.

Dengan semangat ini, diharapkan masyarakat Indonesia bisa terus hidup rukun, damai, dan saling menghargai.