Informasi

5 September Memperingati Hari Apa? Simak Daftar Lengkapnya!

×

5 September Memperingati Hari Apa? Simak Daftar Lengkapnya!

Sebarkan artikel ini
kalender september 2025

Tanggal 5 September memperingati hari apa? Pertanyaan ini sering muncul, apalagi kalau bertepatan dengan hari libur nasional atau ramai dibicarakan di media sosial. Ternyata, tanggal ini menyimpan banyak makna penting, mulai dari momen keagamaan, sejarah bangsa, hingga perayaan internasional yang unik.

Pada 5 September 2025, setidaknya ada empat peringatan besar yang patut diketahui: Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Amal Internasional, Amanat 5 September 1945, dan Hari Samosa Sedunia. Yuk, kita bahas satu per satu.

 

1. Maulid Nabi Muhammad SAW

Bagi umat Islam, 5 September 2025 sangat istimewa karena bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pemerintah juga menetapkan tanggal ini sebagai libur nasional.

Baca Juga:  8 Januari Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Peringatan Menarik yang Jarang Diketahui

Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Rasulullah Muhammad SAW, sosok teladan yang membawa ajaran Islam dengan penuh kasih sayang. Momen ini biasanya diisi dengan doa bersama, pembacaan selawat, pengajian, hingga kegiatan sosial seperti berbagi makanan dan santunan anak yatim.

Di beberapa daerah, tradisi Maulid Nabi punya ciri khas unik. Misalnya di Yogyakarta dan Surakarta, ada acara Grebeg Mulud dengan arak-arakan gunungan hasil bumi. Gunungan tersebut diperebutkan warga karena diyakini membawa berkah. Jadi, peringatan ini bukan hanya soal ibadah, tapi juga budaya yang mempererat kebersamaan masyarakat.

Baca Juga:  27 Oktober Memperingati Hari Apa? Ini Deretan Hari Pentingnya 

 

2. Hari Amal Internasional

Selain keagamaan, 5 September juga dikenal sebagai Hari Amal Internasional. Peringatan ini diprakarsai oleh PBB sejak 2012 untuk menghormati Bunda Teresa, seorang biarawati Katolik yang mendedikasikan hidupnya membantu kaum miskin, sakit, dan terpinggirkan.

Bunda Teresa memulai karya amalnya di India sejak 1948. Ia mendirikan rumah perawatan, panti asuhan, hingga tempat tinggal bagi penderita kusta. Atas pengabdian tulusnya, ia bahkan menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 1979.

Tanggal 5 September dipilih karena bertepatan dengan wafatnya pada 1997. Peringatan ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial, gotong royong, dan aksi nyata untuk membantu sesama.