Informasi

22 Oktober Memperingati Hari Apa? Ternyata Ada Hari Santri Nasional dan Peringatan Dunia Lainnya!

×

22 Oktober Memperingati Hari Apa? Ternyata Ada Hari Santri Nasional dan Peringatan Dunia Lainnya!

Sebarkan artikel ini
22 oktober memperingati hari apa

Hari ini diciptakan untuk mengingat betapa besar pengaruh warna terhadap kehidupan manusia baik dari sisi psikologis, emosional, maupun sosial.

Tahukah kamu kalau warna merah bisa meningkatkan detak jantung dan memberi rasa semangat, sementara biru bisa menenangkan pikiran? Itulah kenapa warna sering digunakan dalam dunia desain dan periklanan untuk mempengaruhi emosi. Contohnya, logo McDonald’s, Netflix, dan KFC menggunakan kombinasi merah dan kuning untuk menstimulasi rasa lapar dan energi positif.

Secara historis, General Motors pertama kali mencetuskan Hari Warna Nasional pada tahun 2009. Tapi kalau ditarik jauh ke belakang, kisah warna sudah dimulai sejak tahun 1700-an, ketika Sir Isaac Newton menemukan spektrum cahaya dan menjelaskan bahwa warna sebenarnya adalah bagian dari cahaya yang terurai.

Baca Juga:  3 September Memperingati Hari Apa? Ini Deretan Momen Penting yang Dirayakan

Beberapa abad kemudian, Johann Wolfgang von Goethe memperdalam teori ini lewat karyanya Theory of Colours (1810), yang menjelaskan hubungan antara warna dan emosi manusia.

Nah, di zaman modern, Hari Warna Nasional sering dirayakan dengan aktivitas seru seperti:

  • Mencoba kombinasi warna baru di fashion sehari-hari.
  • Melukis atau membuat karya seni warna-warni.
  • Mengadakan acara “mix and match” warna bersama teman.
  • Menghias ruang kerja atau kamar agar lebih hidup dan positif.

Intinya, hari ini mengingatkan kita bahwa warna bukan sekadar dekorasi, tapi bagian penting dari cara kita merasakan dan mengekspresikan dunia.

Baca Juga:  18 Agustus Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Lengkapnya

 

Hari Kesadaran Gagap Internasional

Selain dua peringatan di atas, tanggal 22 Oktober juga diperingati secara global sebagai International Stuttering Awareness Day atau Hari Kesadaran Gagap Internasional.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran tentang kondisi gagap, serta menghapus stigma negatif terhadap orang yang mengalaminya.

Selama bertahun-tahun, orang yang gagap sering disalahpahami, bahkan dirundung karena cara bicaranya yang berbeda. Namun seiring waktu, para ahli menemukan bahwa gagap adalah gangguan neurologis, bukan karena kurang percaya diri atau salah didikan.