Otomotif

Merawat Komponen CVT Sepeda Motor Matik

×

Merawat Komponen CVT Sepeda Motor Matik

Sebarkan artikel ini
cvt motor metik

Sepeda motor matik menjadi pilihan mayoritas pengendara sepeda motor di Indonesia saat ini karena dinilai lebih praktis dan nyaman digunakan. Namun, selain menggunakannya, pengendara wajib mengetahui perawatan yang tepat agar dapat terus menikmati kenyamanan dan performa yang terbaik dari motor matik.

Salah satu perawatan V-Belt sebagai komponen penting pada sepeda motor matik. Namun karena keberadaannya tidak terlihat, tepatnya di dalam sistem CVT motor matik sehingga seringkali pengendara mengabaikan perawatannya.

Bagi yang masih awam, CVT adalah Continuously Variable Transmission yang secara sederhana merupakan mekanisme transmisi pada motor matik yang terdiri dari beragam komponen untuk mendukung performa sepeda motor. Salah satu yang penting pada komponen ini adalah V-Belt atau tali kipas yang mirip dengan yang ada di mesin mobil.

Baca Juga:  Pelat Nomor Kendaraan Kalimantan Selatan Berbeda dengan Daerah Lain? Temukan Alasannya!

V-belt menjadi salah satu komponen matik yang memiliki fungsi penting untuk menyalurkan tenaga dari mesin menuju roda belakang dalam bentuk putaran sehingga membuat sepeda motor dapat bergerak. Semakin sering sepeda motor digunakan maka semakin aktif V-belt bergerak.

Jika pemilik kendaraan merupakan seseorang yang aktif berkendara sepeda motor, suka melakukan perjalanan jauh atau touring tentunya akan membuat performa dari V-belt semakin menurun.

Cara Merawawat V-belt sepeda motor metik adalah

  1. Bagi pengendara aktif wajib melakukan perawatan sepeda motor secara berkala terutama penggantian V-belt tepat waktu agar performa motor tetap optimal.
  2. Pengendara juga dapat menjaga umur komponen sepeda motor matik agar tidak cepat aus. Di antaranya dengan menghindari gaya berkendara dengan hentakan atau bukaan gas secara tiba-tiba.
  3. Tidak disarankan juga membawa beban atau muatan berlebih.
  4. Pada umumnya, waktu penggantian part V-belt yang tepat dilakukan pada saat sepeda motor mencapai jarak tempuh 20.000 km – 25.000 km (20 – 25 bulan) atau sesuai dengan anjuran buku petunjuk pemilik.
  5. Namun, pengendara juga dapat menjaga performa sepeda motor dengan pengecekan V-belt secara rutin sesuai jadwal servis berkala di bengkel resmi terpercaya. Hal ini juga berguna untuk membersihkan kotoran yang ada pada V-belt sepeda motor.
Baca Juga:  Cara Efektif Mengecas Baterai Motor Listrik agar Tidak Mengalami Masalah Kembung

Jika pengendara terlambat dalam penggantian V-belt sepeda motor akan berdampak pada menurunnya performa sepeda motor dan kenyaman berkendara. V-belt yang perlu diganti akan menimbulkan gejala seperti tarikan motor kurang maksimal, terasa getaran dan bunyi berdecit saat akselerasi yang mengindikasikan V-belt kehilangan daya cengkram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *