Baterai Besar, Tetap Ringkas
Biasanya laptop dengan dua layar identik dengan boros baterai. Tapi ASUS mencoba mengatasinya dengan baterai 99Wh. Kapasitas ini cukup besar dan bisa mendukung penggunaan seharian, tergantung pemakaian.
Pengisian daya juga praktis karena sudah pakai USB-C 100W. Jadi, kamu nggak perlu bawa charger besar ke mana-mana.
Dari segi desain, ASUS Zenbook DUO tetap ringan. Beratnya sekitar 1,35 kg tanpa keyboard dan 1,65 kg dengan keyboard. Ketebalannya juga cuma 1,45 cm. Material Ceraluminum bikin bodinya terasa premium, tapi tetap kuat dan tahan gores.
Fleksibel untuk Berbagai Kebutuhan
Laptop ini dirancang fleksibel untuk berbagai gaya kerja. Keyboard-nya bisa dilepas, dan ada kickstand yang memudahkan pengaturan posisi layar.
Ada beberapa mode penggunaan yang bisa dipilih, seperti:
- Mode laptop biasa
- Dual screen vertikal
- Mode desktop horizontal
- Mode sharing (layar terbuka penuh)
Fitur ini sangat membantu buat presentasi, kerja tim, atau sekadar nonton dengan posisi yang lebih nyaman.
Keyboard Bluetooth yang disediakan juga cukup nyaman dipakai, dengan travel distance 1,7 mm. Touchpad-nya luas, jadi navigasi lebih enak.
Fitur Pendukung yang Lengkap
ASUS Zenbook DUO juga dibekali fitur ScreenXpert yang otomatis aktif saat layar dibuka lebar. Fitur ini memudahkan anotasi, multitasking, dan screen sharing.
Untuk konektivitas, laptop ini sudah mendukung WiFi 7 dan Bluetooth 5.4. Port-nya juga lengkap, mulai dari Thunderbolt 4, USB-A, HDMI 2.1, sampai jack audio. Jadi, nggak perlu ribet pakai adaptor tambahan.
Layak Jadi Laptop Andalan 2026
Kalau dilihat dari keseluruhan, ASUS Zenbook DUO menawarkan paket lengkap. Mulai dari layar ganda OLED 3K yang unik, performa tinggi dengan dukungan AI, hingga desain yang tetap ringan dan fleksibel.
Laptop ini cocok buat kamu yang butuh perangkat serbaguna. Mau dipakai kerja, desain, editing, atau multitasking berat, semuanya bisa dijalankan dengan lancar.
Di tengah banyaknya laptop di pasaran, ASUS Zenbook DUO hadir sebagai opsi yang benar-benar berbeda. Bukan cuma soal spesifikasi, tapi juga cara baru dalam bekerja lebih efisien.










