Masalah kabel charger rusak sering dianggap hal sepele, padahal dampaknya cukup merepotkan. Saat baterai ponsel tinggal sedikit, kabel justru bermasalah. Baru terasa penting ketika sudah tidak bisa dipakai. Faktanya, kebiasaan sehari-hari jadi penyebab utama kenapa kabel charger cepat rusak.
Banyak orang mengira cara menggulung kabel terlalu kencang jadi penyebab utama kerusakan. Namun, anggapan itu ternyata tidak sepenuhnya benar. Berdasarkan berbagai pengujian, cara menggulung kabel tidak terlalu berpengaruh terhadap usia pakai. Justru masalah utama ada di bagian ujung kabel, tepatnya di area konektor.
Bagian ini memang paling rentan karena sering mengalami tekanan dan tekukan. Saat kabel terus ditekuk, struktur di dalamnya perlahan rusak. Jika dibiarkan, kabel bisa putus dari dalam meski bagian luar terlihat masih bagus.
Ada beberapa kebiasaan yang sering dilakukan tanpa sadar dan bikin kabel charger cepat rusak. Salah satunya adalah menarik kabel dari bagian tengah saat mencabut. Kebiasaan ini memberi tekanan besar pada bagian dalam kabel. Padahal, cara yang benar adalah menarik langsung dari kepala konektornya.
Selain itu, penggunaan kabel yang terlalu pendek juga bisa jadi masalah. Banyak orang memaksakan kabel agar tetap bisa menjangkau stop kontak, padahal hal ini membuat kabel tertarik terus-menerus. Akibatnya, bagian ujung jadi cepat rusak.
Kebiasaan main ponsel sambil charging juga berpengaruh. Apalagi kalau sambil rebahan. Posisi kabel biasanya tertekuk tajam di bagian bawah ponsel. Dalam jangka panjang, ini bisa mempercepat kerusakan.
Hal lain yang sering terjadi adalah meletakkan ponsel di tempat yang tidak stabil saat diisi daya, seperti di cup holder mobil. Getaran dan beban ponsel bisa memberi tekanan tambahan pada kabel.
Supaya lebih awet, penting juga memilih kabel charger yang berkualitas. Kabel jenis braided atau yang dilapisi anyaman nilon terbukti lebih tahan lama dibandingkan kabel biasa. Selain lebih kuat, kabel ini juga lebih tahan terhadap tekukan.









