Buat kamu pengguna motor 2-tak, pasti sudah tidak asing dengan yang namanya oli samping. Nah, dalam pembahasan kali ini, kita bakal bahas kenapa motor 2-tak butuh oli samping dan kenapa komponen ini tidak bisa dianggap sepele.
Secara umum, oli memang berfungsi sebagai pelumas mesin. Tapi, cara kerja pelumasan di motor 2-tak berbeda jauh dibanding motor 4-tak. Di sinilah letak alasan kenapa oli samping jadi komponen penting.
Pada mesin 4-tak, sistem pelumasannya tertutup. Oli mesin bersirkulasi di dalam mesin tanpa ikut terbakar. Bahan bakar dan udara langsung masuk ke ruang bakar lewat katup, jadi oli tidak ikut campur dalam proses pembakaran.
Sementara itu, pada mesin 2-tak, sistemnya lebih sederhana tapi juga unik. Mesin ini punya banyak jalur atau lubang di dinding silinder sebagai tempat keluar masuknya campuran bahan bakar. Tidak hanya itu, ruang engkol juga ikut berperan dalam proses pembakaran.
Nah, di sinilah masalahnya. Karena ruang engkol ikut dilalui campuran bensin dan udara, area tersebut tidak bisa diisi oli mesin seperti pada motor 4-tak. Kalau sampai tercampur oli mesin, justru bisa mengganggu proses pembakaran.
Meski begitu, bagian seperti poros engkol dan dinding silinder tetap butuh pelumasan agar tidak cepat aus. Solusinya adalah menggunakan oli samping.
Oli samping bekerja dengan cara yang cukup unik. Oli ini tidak berada di dalam mesin seperti oli biasa, melainkan disimpan di tangki terpisah. Dari situ, oli akan dipompa menuju saluran masuk udara (intake).
Saat mesin bekerja, oli samping akan ikut terbawa bersama campuran udara dan bensin. Jadi, ketika masuk ke ruang engkol, campurannya bukan cuma bensin dan udara, tapi juga oli dalam jumlah tertentu.
Di dalam ruang engkol, oli ini langsung melumasi komponen penting seperti poros engkol dan silinder. Setelah itu, oli ikut terbakar bersama bahan bakar. Makanya, motor 2-tak biasanya menghasilkan asap khas dari knalpot.
Lalu kenapa tidak pakai oli mesin biasa saja? Jawabannya ada di kekentalan oli. Oli samping dibuat lebih encer supaya mudah bercampur dengan udara dan bensin. Kalau pakai oli mesin yang lebih kental, proses pencampuran jadi tidak maksimal dan bisa bikin performa mesin menurun.












