Tanggal 23 Januari ternyata bukan sekadar hari biasa di kalender. Ada sejumlah peringatan penting yang jatuh pada tanggal ini, baik di tingkat nasional maupun internasional. Mulai dari perayaan yang berkaitan dengan budaya dan pendidikan, hingga momentum bersejarah perjuangan suatu bangsa. Tak heran jika banyak orang penasaran, 23 Januari memperingati hari apa saja?
Yuk, simak daftar peringatan yang diperingati setiap 23 Januari berikut ini dengan gaya santai, tapi tetap sarat makna.
1. Hari Tulisan Tangan
Setiap tanggal 23 Januari diperingati sebagai Hari Tulisan Tangan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa tulisan tangan pernah menjadi alat utama manusia dalam berkomunikasi dan mencatat sejarah. Jauh sebelum teknologi digital berkembang, peradaban besar seperti di Mesopotamia, Tiongkok, India, hingga wilayah Meso-Amerika sudah mengenal sistem tulisan sejak sekitar 3400 SM.
Meski kini kita akrab dengan gawai dan papan ketik, tulisan tangan tetap punya tempat tersendiri. Banyak penelitian menyebutkan bahwa menulis dengan tangan dapat meningkatkan konsentrasi, membantu daya ingat, hingga meredakan stres. Tak ada salahnya, di hari ini, mencoba kembali menulis catatan harian atau sekadar menulis surat dengan tangan sendiri.
2. Hari Republik Filipina Pertama
Bagi masyarakat Filipina, 23 Januari adalah tanggal bersejarah. Pada hari inilah Republik Filipina pertama kali berdiri pada tahun 1899. Pendirian republik ini tak lepas dari peran Emilio Aguinaldo yang memimpin revolusi melawan penjajahan Spanyol selama ratusan tahun.
Sebelumnya, Filipina telah memproklamasikan kemerdekaan pada 12 Juni 1898. Namun, pembentukan republik secara resmi baru dilakukan beberapa bulan kemudian, tepatnya 23 Januari 1899. Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai hari peringatan nasional sejak 2018. Momentum ini menjadi simbol semangat juang, persatuan, dan kebanggaan nasional rakyat Filipina.
3. Hari Patriotik Gorontalo
Di Indonesia, khususnya Provinsi Gorontalo, tanggal 23 Januari diperingati sebagai Hari Patriotik Gorontalo. Peringatan ini merujuk pada peristiwa heroik tahun 1942, saat rakyat Gorontalo berhasil merebut kekuasaan dari tangan penjajah Belanda.












