Setiap tanggal 23 Agustus, dunia mengenang sejumlah peristiwa bersejarah yang penuh makna. Dari perjuangan diplomasi Indonesia, peringatan perbudakan, hingga lahirnya tradisi unik berburu tiket murah. Lalu, 23 Agustus memperingati hari apa saja? Berikut daftarnya:
1. Konferensi Meja Bundar (KMB)
Pada 23 Agustus 1949, Konferensi Meja Bundar digelar di Den Haag, Belanda. Momen ini menandai kesepakatan penyerahan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). Meski Indonesia harus menanggung utang Hindia Belanda, KMB menjadi tonggak penting berakhirnya kolonialisme Belanda di Indonesia.
3. Hari Peringatan Perbudakan
Secara global, 23 Agustus diperingati sebagai International Day for the Remembrance of the Slave Trade and its Abolition. PBB menetapkan hari ini untuk mengenang pemberontakan budak Afrika di Haiti tahun 1791, sekaligus menghormati jutaan korban perdagangan budak lintas Atlantik.
3. Hari Pita Hitam (Black Ribbon Day)
Tanggal ini juga menjadi peringatan korban rezim totaliter Stalinisme dan Nazisme. Tepat 23 Agustus 1939, ditandatangani Pakta Molotov–Ribbentrop yang memicu Perang Dunia II. Parlemen Eropa mengakui Black Ribbon Day pada 2008 sebagai simbol mengenang tragedi kemanusiaan.
4. Hari Penerbangan Murah
Selain peringatan sejarah, 23 Agustus juga dikenal sebagai Cheap Flight Day. Tradisi ini bermula dari krisis keuangan 2007–2010, ketika masyarakat berburu tiket pesawat murah setelah musim liburan. Kini, banyak wisatawan memanfaatkan tanggal ini untuk merencanakan liburan hemat.
Kesimpulan
Jadi, 23 Agustus memperingati hari apa? Tanggal ini tidak hanya penting bagi Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar, tetapi juga dunia lewat peringatan perbudakan, Hari Pita Hitam, hingga perayaan unik Hari Penerbangan Murah. Semua mengingatkan kita pada pentingnya sejarah, kemanusiaan, dan kebijaksanaan dalam melangkah ke masa depan.












