Keluarga Sue mengaku belum memahami alasan seseorang tega melakukan tindakan yang bisa membahayakan keselamatan banyak orang hanya demi sebuah keisengan.
Tetap Streaming Meski Baru Mengalami Insiden
Yang menarik, kejadian tersebut tidak membuat Sue kapok menjadi streamer.
Keesokan harinya, ia kembali menyalakan siaran langsung Minecraft seperti biasa. Baginya, aksi orang yang tidak bertanggung jawab tidak boleh menghentikan tujuan baik yang sedang ia perjuangkan.
Sikap pantang menyerah Sue justru mendapat dukungan besar dari komunitas gamer dan para pengikutnya di media sosial. Banyak yang mengirimkan pesan semangat, doa, hingga bantuan untuk keluarganya.
Gelombang simpati yang datang membuat Sue semakin yakin untuk terus melanjutkan misi sosialnya membantu biaya pengobatan sang cucu.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa aksi swatting bukan sekadar lelucon. Laporan palsu seperti ini dapat membahayakan korban maupun aparat yang bertugas. Beruntung, dalam kasus yang menimpa streamer Minecraft berusia 81 tahun ini, situasi dapat dikendalikan tanpa adanya korban jiwa maupun tindakan kekerasan.
Hingga kini, Departemen Kepolisian Queen Creek masih terus melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku yang bertanggung jawab atas laporan palsu tersebut.











