Otomotif

Mengenal CVT pada Motor Matic: Fungsi dan Tanda-tanda Kerusakannya

×

Mengenal CVT pada Motor Matic: Fungsi dan Tanda-tanda Kerusakannya

Sebarkan artikel ini
cvt motor matic

WidodoLesta.com – Continuously Variable Transmission (CVT) merupakan komponen penting dalam motor matic yang bertanggung jawab untuk mengatur perpindahan transmisi. Dengan adanya CVT, motor matic dapat mengoperasikan transmisi tanpa perlu melakukan pergantian gigi secara manual.

Mengenal dan Memahami Fungsi CVT:

CVT adalah sistem yang digunakan untuk mentransfer tenaga secara otomatis dalam kendaraan. Komponen ini menggunakan V-belt untuk menghubungkan pulley sekunder dan pulley primer, dengan penerapan gaya gesekan. Prinsip ini memungkinkan operasi CVT secara otomatis berdasarkan gaya sentrifugal yang menjauhi pusat lingkaran.

Fungsi utama dari CVT adalah untuk memberikan kenyamanan bagi pengendara motor dalam mengatur kecepatan kendaraan tanpa perlu melakukan pergantian transmisi rutin. Dengan kemampuan CVT dalam mengubah kecepatan dan torsi secara mulus, pengendara dapat menikmati perjalanan yang lancar dan bebas dari guncangan.

Tanda-tanda Kerusakan pada CVT:

Berikut adalah beberapa tanda-tanda kerusakan pada CVT berdasarkan komponennya:

  1. Roller CVT yang rusak dapat menyebabkan getaran pada putaran bawah motor. Selain itu, tenaga pada putaran atas juga dapat berkurang dan percepatan motor terasa terhambat.
  2. Ketika kopling CVT mengalami masalah, pengendara akan merasakan rasa tersendat saat menjalankan motor pada putaran bawah dan atas.
  3. Kampas sentrifugal yang aus atau rusak dapat menyebabkan akselerasi motor matic menjadi lambat dan kecepatan menjadi berkurang dari biasanya.
  4. Kerusakan pada komponen sliding sheave CVT dapat membuat putaran menengah motor terasa tertahan sesaat sebelum kembali normal.
  5. Ausnya komponen secondary fixed sheave CVT, terutama pada lobang pin guidennya, dapat mempengaruhi fungsi komponen CVT lainnya.
  6. Jika terjadi kerusakan pada komponen corong CVT, seperti kebocoran, maka kampas kopling, V-belt, dan komponen lainnya dapat mengalami slip saat motor dioperasikan.
Baca Juga:  Yamaha Lexi LX 155: Kemewahan Skutik Premium dengan Mesin Lebih Canggih

 

Faktor Penyebab Kerusakan CVT:

Berikut adalah faktor penyebab umum kerusakan CVT:

  1. Keterlambatan dalam melakukan servis berkala dapat meningkatkan risiko kerusakan CVT akibat kelalaian perawatan rutin.
  2. Umur pakai komponen CVT yang tidak diperiksa secara teratur dapat memperbesar kemungkinan kerusakan.
  3. Keausan komponen CVT juga dapat menyebabkan kerusakan. Oleh karena itu, penting untuk mengganti komponen yang sudah aus sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
  4. Membawa beban yang melebihi batas maksimal kendaraan dapat memberikan tekanan berlebih pada CVT dan potensial menyebabkan kerusakan.
Baca Juga:  Penggolongan SIM C Sesuai Kapasitas Motor

Agar CVT motor matic berfungsi dengan baik, penting bagi pengendara untuk menjaga kendaraannya dengan melakukan servis secara teratur dan menghindari beban yang melebihi kapasitas maksimal kendaraan. Dengan perawatan yang tepat, CVT dapat bertahan lebih lama dan memberikan kinerja yang optimal dalam pengendaraan sehari-hari.