Kebakaran karena listrik masih menjadi salah satu penyebab paling sering terjadinya kebakaran rumah. Masalahnya, sumbernya sering tidak terlihat dan kerap dianggap sepele. Padahal, kesalahan kecil dalam penggunaan listrik bisa berujung fatal jika dibiarkan terus-menerus.
Di kehidupan sehari-hari, listrik memang tidak bisa dipisahkan. Hampir semua aktivitas bergantung pada perangkat elektronik. Namun di balik kemudahan itu, ada risiko yang perlu dipahami agar tidak menimbulkan bahaya.
Salah satu penyebab utama kebakaran karena listrik adalah arus berlebih. Saat beban listrik terlalu tinggi, kabel bisa menjadi panas. Jika kondisi ini berlangsung lama, lapisan pelindung kabel atau isolator bisa rusak bahkan meleleh. Dari situ, risiko korsleting meningkat.
Biasanya, tanda awal masalah listrik cukup jelas. Misalnya muncul bau hangus, percikan api kecil, atau asap dari kabel maupun stop kontak. Sayangnya, tanda-tanda ini sering diabaikan sampai akhirnya terjadi kebakaran.
Selain faktor teknis, kebiasaan pengguna juga punya peran besar. Ada beberapa hal sederhana yang sering dilakukan tanpa sadar, tapi justru berbahaya.
Pertama, penggunaan stop kontak tambahan atau extension. Banyak orang mengisi semua lubang stop kontak dengan berbagai alat elektronik sekaligus. Misalnya rice cooker, setrika, charger, dan perangkat lain dipakai bersamaan. Beban yang terlalu berat ini membuat kabel cepat panas, apalagi jika kabel dalam kondisi tergulung.
Kedua, pemilihan kabel yang tidak sesuai standar. Tidak semua kabel mampu menahan daya listrik yang besar. Jika kabel terlalu kecil untuk beban yang tinggi, risiko panas berlebih akan meningkat. Instalasi listrik seharusnya disesuaikan dengan kapasitas daya rumah, bukan sekadar asal pasang.
Ketiga, penempatan alat elektronik yang kurang tepat. Meletakkan perangkat listrik dekat bahan mudah terbakar seperti kain, kertas, atau plastik bisa memperbesar risiko kebakaran. Selain itu, area yang terlalu panas juga tidak ideal untuk peralatan listrik.
Keempat, penggunaan perangkat tanpa jeda. Banyak orang membiarkan alat elektronik menyala seharian, seperti kipas angin atau AC. Jika dilakukan terus-menerus tanpa pengawasan, komponen bisa cepat panas dan berisiko menimbulkan gangguan listrik.
Untuk mengurangi risiko kebakaran karena listrik, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Gunakan instalasi listrik dari teknisi yang berpengalaman, pilih kabel berkualitas, dan jangan menumpuk beban listrik dalam satu titik. Selain itu, biasakan mematikan perangkat yang tidak digunakan.
Kewaspadaan kecil bisa mencegah kerugian besar. Jadi, jangan anggap remeh kondisi instalasi listrik di rumah.








