Kebiasaan membiarkan indikator bahan bakar minyak (BBM) mobil sampai berada di posisi “E” (Empty) ternyata sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering. Meski mobil masih bisa berjalan, kondisi tersebut dapat memberikan dampak kurang baik terhadap sistem bahan bakar, terutama pompa BBM.
Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam video edukasi otomotif Ko Lung-Lung Doktor Mobil yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa pengendara sebaiknya tidak menunggu tangki benar-benar kosong sebelum mengisi bahan bakar.
BBM Sedikit, Pompa Bisa Lebih Panas
Banyak pengendara mungkin menganggap indikator sudah berada di posisi E berarti masih ada sedikit bahan bakar yang tersisa dan mobil masih aman digunakan. Namun, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, ada risiko terhadap komponen pompa BBM.
Pompa BBM umumnya berada di dalam tangki dan terendam oleh bahan bakar. BBM tidak hanya berfungsi sebagai sumber tenaga kendaraan, tetapi juga membantu menjaga temperatur pompa agar tetap terkendali.
Apabila posisi BBM sudah berada di E, pompa BBM bisa tidak lagi terendam secara optimal. Akibatnya, pompa dapat bekerja dalam kondisi yang lebih panas dan berpotensi mengalami overheat. Jika kebiasaan tersebut terus dilakukan, usia komponen pompa BBM berisiko menjadi lebih pendek.
Karena itu, jangan menunggu mobil benar-benar kehabisan bensin baru mencari SPBU. Mengisi BBM sebelum indikator menyentuh E merupakan kebiasaan sederhana yang lebih aman untuk kendaraan.
Endapan di Tangki Bisa Ikut Terangkat
Masalah lainnya berkaitan dengan endapan yang bisa berada di bagian dasar tangki bahan bakar. Seiring pemakaian kendaraan, bukan tidak mungkin terdapat kotoran atau residu yang mengendap di dalam tangki.
Ketika volume BBM masih cukup, endapan tersebut cenderung berada di bagian bawah. Namun, saat bahan bakar sudah sangat sedikit, kondisi di dalam tangki bisa membuat endapan lebih mudah ikut tersedot menuju sistem bahan bakar.
Endapan tersebut berpotensi masuk ke bagian filter pompa BBM dan menyebabkan filter tersumbat. Jika aliran bahan bakar terganggu, kinerja pompa dan suplai BBM menuju mesin juga bisa ikut terdampak.
Efeknya bisa bermacam-macam. Mulai dari performa mesin yang terasa kurang optimal, kendaraan tersendat, hingga mogok.
Jangan Jadikan E sebagai Patokan Aman
Jadi, mulai sekarang jangan menjadikan posisi E sebagai tanda bahwa mobil masih aman digunakan sejauh mungkin. Memang setiap kendaraan memiliki kapasitas tangki dan sistem indikator yang berbeda, tetapi membiasakan diri berkendara dengan BBM sangat minim bukan kebiasaan yang ideal.
Lebih baik lakukan pengisian ketika indikator sudah menunjukkan bahan bakar mulai menipis. Dengan begitu, pengendara tidak hanya mengurangi risiko kehabisan BBM di tengah perjalanan, tetapi juga membantu menjaga sistem bahan bakar tetap bekerja dengan baik.
Apalagi jika sedang bepergian jauh atau melewati wilayah yang jarak antar-SPBU cukup berjauhan. Jangan sampai karena ingin menunda isi bensin, mobil malah berhenti di jalan.










