Musim hujan masih sering memicu genangan hingga banjir di sejumlah daerah. Kondisi ini membuat banyak pemilik motor matic mulai khawatir, terutama soal posisi aki motor yang berada di dalam dek kaki pengendara.
Banyak yang mengira letak aki yang rendah bisa membuat komponen tersebut gampang kemasukan air saat motor menerjang banjir. Padahal, anggapan itu belum tentu benar. Dilansir dari Motorplus, pabrikan motor ternyata sudah merancang area penyimpanan aki agar tetap aman meski terkena air.
Service Advisor AHASS Wahana Ciputat, Ahmad Martin, menjelaskan bahwa pemilik motor matic sebenarnya tidak perlu terlalu cemas soal aki dan sekring yang ada di balik dek.
Menurutnya, kotak aki pada motor modern sudah dibuat kedap air dan udara. Jadi, air tidak mudah masuk walaupun motor dipakai melewati genangan, dicuci, bahkan sempat terendam banjir ringan.
Beberapa motor matic yang menggunakan posisi aki di dalam dek antara lain Honda BeAT, Scoopy, Genio, hingga Vario 125 dan 150. Meski berada di bawah pijakan kaki pengendara, area tersebut tetap dirancang aman.
“Sudah banyak dibuktikan pada motor konsumen, kondisi kotak aki dan sekring tetap kering dan bersih,” jelas Ahmad.
Meski begitu, bukan berarti motor bebas masalah saat menerjang banjir. Penyebab motor mogok biasanya justru berasal dari komponen lain yang kemasukan air.
Contohnya bagian transmisi CVT yang bisa cepat rusak apabila terendam terlalu lama. Selain itu, air yang masuk ke ruang bakar mesin juga berisiko menimbulkan water hammer, kondisi berbahaya yang dapat merusak mesin.
Karena itu, pengendara tetap disarankan menghindari banjir tinggi. Jika terpaksa melewati genangan, pastikan ketinggian air tidak melebihi area mesin agar komponen vital tetap aman.
Jadi, mitos soal aki motor matic di dalam dek mudah kemasukan air ternyata tidak sepenuhnya benar. Sebab, desain motor modern sudah dibuat lebih aman untuk menghadapi kondisi jalan basah maupun hujan.












