Informasi

12 Februari Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Peringatan Pentingnya

×

12 Februari Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Peringatan Pentingnya

Sebarkan artikel ini
12 februari memperingati hari apa
12 Februari.

Tanggal 12 Februari ternyata bukan hari biasa. Kalau kamu penasaran 12 Februari memperingati hari apa, jawabannya cukup beragam. Ada momen internasional yang berkaitan dengan kesehatan, gerakan kemanusiaan, hingga peringatan bersejarah di suatu negara.

Di berbagai belahan dunia, 12 Februari menjadi hari refleksi sekaligus ajakan untuk peduli. Mulai dari kampanye kesadaran tentang epilepsi, simbol kehangatan lewat pelukan, hingga gerakan global menentang penggunaan tentara anak. Yuk, simak satu per satu peringatannya.

 

1. Hari Epilepsi Internasional

Salah satu peringatan penting pada 12 Februari adalah Hari Epilepsi Internasional. Momen ini diinisiasi oleh organisasi kesehatan dunia untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang epilepsi sekaligus menghapus stigma yang masih melekat.

Baca Juga:  6 November Memperingati Hari Apa? Ada 4 Momen Penting yang Diperingatinya

Kalau menilik sejarah, epilepsi pernah dianggap sebagai sesuatu yang mistis. Pada ribuan tahun lalu di Mesopotamia, kondisi ini diyakini sebagai akibat kerasukan roh jahat. Bahkan di masa Romawi Kuno, penderita epilepsi sering dikucilkan karena dianggap membawa pengaruh buruk.

Kesalahpahaman ini bertahan cukup lama di berbagai wilayah dunia. Padahal, secara medis epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf yang bisa dikelola dengan pengobatan dan penanganan yang tepat.

Melalui Hari Epilepsi Internasional, masyarakat diajak untuk lebih memahami kondisi ini secara ilmiah. Edukasi menjadi kunci agar tidak ada lagi diskriminasi terhadap penyintas epilepsi.

Baca Juga:  22 November Memperingati Hari Apa? Ini Daftarnya 

 

2. Hari Berpelukan

Kalau kamu bertanya lagi, 12 Februari memperingati hari apa selain soal kesehatan? Ada juga momen yang terasa hangat dan sederhana, yaitu Hari Berpelukan.

Di Amerika Serikat, tanggal ini dirayakan sebagai hari untuk berbagi kehangatan melalui pelukan. Tradisi ini konon berakar dari kata dalam bahasa Norse Kuno, hugga, yang berarti menghibur atau memberi kenyamanan.

Menariknya, dalam sejarah peperangan, pelukan dan jabat tangan dulu digunakan sebagai tanda damai. Gerakan ini menunjukkan bahwa seseorang tidak membawa senjata dan tidak berniat menyerang.